Kantor
Sekarang saya ada di kantor
Duduk manis di depan komputer
Menunggu jam pulang berdering
Sembari terpekur
Membayangkan nikmatnya tidur
A tribute to my lovely hen and her handsome rooster. The real Missy and Cliff
Sekarang saya ada di kantor
Duduk manis di depan komputer
Menunggu jam pulang berdering
Sembari terpekur
Membayangkan nikmatnya tidur
Gua: Halo, Tuhan
Tuhan: Halo, bocah
Gua: Selamat Paskah, Bos
Tuhan: Sama sama. Kamu mau nanya apa nih? Biasanya cuma ngajak ngomong kalo ada perlunya.
Gua: Huhuhu, iyah yah? Maafin ya Bos, emang dey suka lupa. Tapi aku selalu inget kamu koq Bos.
Tuhan: Iyah, Bos kan juga engga pernah protes. Bos sabar kok kalo sama kamu. Walaupun kamu lupa pun engga papa.
Gua: Iyah yah, gak enak banget ya Bos jadi kamu. Selalu menunggu…
Tuhan: Engga enak?
Gua: Iyah, Bos kan selalu nungguin kita terus. Kalo kita lupa berdoa, kalo kita lupa berterima kasih, bahkan kalo kita lupa Bos, Bos tetep selalu nungguin kita. Dan sebetulnya menunggu adalah pekerjaan membosankan gak sih?
Tuhan: Mon, makanya kamu adalah manusia dan Aku Tuhan.
Easter chocolates…err not this year though
Midnight Mass
Touching & lovely light ceremony with seas of candles
Questions my faithfulness
Dozing in the church
End of fasting
Am the chosen one
Long weekend
Very very late supper
Feelin’ holy and good
Simply divine
These are not my stories, but stories of real people
It had started innocently fresh after highschool, two young ones madly in love. Time past, and relatioship grew, then the girl got pregnant. They had decided to do abortion, and soon afterward the relationship falters. Leaving the two of them traumatized and broken hearted.
They were getting married in months time. The woman was busy juggling wedding preparation and work, whilst the man was building career in another town. Just as the ballroom got booked, the man came home, to tell her fiancee that he’s madly in love with his secretary.
She was his sister’s flatmate. All sweet and fairytale like, going to church, walks on the beach, afternoon coffee. Until he found out that she was having an affair with his sister.
They were good friends, very good friends who drifted to unfateful romantic courtship. Giant palms shook them back to reality that because of their beliefs they will never marry.
Maafkan aku sayang… seandainya semua ini bisa diulang
Mungkin kita tidak akan ada di sini
Mungkin mata manismu masih bisa menatapku
Oh manisku seandainya …
Sungguh aku minta maaf…
Tanpa sadar keduniawian sudah membawaku terhanyut
Makin sering kau kutinggal sendiri di rumah
Dan tetap dengan setia kau menunggu ku
Ah… bila kuingat malam malam panjang itu
Kau menungguku selalu,
Binaran matamu menyambutku, namun sering kau kutapik
Sudah malam, aku lelah kataku padamu
Dan kamu akan beringsut pergi
Sayangku, maaf aku tidak memberi hidup yang bahagia
Maaf aku tidak pernah menyadari betapa besar arti
Kehadiranmu di hidupku
Anjingku sayang maafkan aku