Missy&Cliff

A tribute to my lovely hen and her handsome rooster. The real Missy and Cliff

My Photo
Name:
Location: Indonesia

Sunday, November 28, 2004

I am Sad

I am sad today
because i found out thos esmiles wasn't for me
I am sad today
because it wasn't me who was in your mind
I am sad today
because the longing in your eyes wasn't for me
I am sad today
because my make belief fall apart
I am sad today
because there has never been anything
I am sad today
because i am dissapointed

Saturday, November 13, 2004

My Idea of Heaven

It’s a lazy Saturday evening, alone, content and relaxed considering the three days off after the weekend. I was going to write this in my journal, but since I’m too lazy to get it, I might as well write it in my blogger. I am alone in my dad’s study room, listening to Patti Page, courtesy of my dad, and the night is descending outside. Soon I will have to go out and turn on the lights, but for now it can wait.
Today I’ve just finished reading a book called “5 people you meet in heaven”. The gist of it was that the writer’s idea about heaven is the place where your life got explained. And so therefore you will meet 5 people whose life intersect with your life in such way that it changed both life. It’s a good book and I will recommend it to anyone, but this piece is not about the book. Selfishly I am going to write about my idea of heaven.I always imagine heaven as a big lazy Sunday lunch with all my beloved ones. On the day I died, I will go up to wherever heaven is and I will be greeted by one of the angels. He’ll then bring me to a little house overlooking a stream, with wildflowers and green grass encircling it. In there, there’ll be a big long table facing the window, with white table cloth, and laden with food. Not fancy food, just everyday food, like rice, chickens, vegie, fruits. No candles, no silverware, no expensive chinas. There will be white plates, the ones from my childhood, and the punchbowl half full with cordial and canned fruits. When me and the angel reach the door, I can hear boisterous laughter from inside, and happy chattering. It would seems that whoever inside are having a blast, on a friendly lunch table. The angel will then open the door, and the people on the lunch table will stop their chattering and lookup, to see who’ve arrived. Their faces would break up into a big smile, and all at once they’ll greet me. “Finally, you’ve arrived, hi, how was the trip? Come on have lunch”, they’ll say to me. When I draw nearer I’ll see my dad grinning, and holding a piece of chicken, and saving me a place beside him. He’ll give me a bear like hug and kiss me. And at that time everyone are looking at us, but soon afterwards they’ll start chattering again, and we’d all be a happy big family having a lazy Sunday lunch.

Saturday, November 06, 2004

Petualangan di NaKerTrans

Fallen Angels

Hari ini gua dan Fiona berpetualang ke sebuah kantor yang bernama Departemen Tenaga Kerja dan Tranmigrasi, atau gaulnya nakertrans. Ceritanya Fiona pengen berbakti kepada nusa dan bangsa dan lebih dari itu dia pengen banget mecat mecatin pegawai pegawai negri yang udah membuat hidupnya susah karena birokrasi yang harus dilicinkan dengan uang selalu. Jadilah kita mengorbankan jatah bangun siang Sabtu kita untuk pergi ke nakertrans untuk menyampaikan lamaran kepada bapak mentri.Daaan waktu baru sampe pun kita udah ciut karena antriannya udah kaya ular naga lipet tiga, dan ketika kita udah mau ngantri, kita baru tahu kalau harus punya formulir pendaftaran, trus kita setelah bertanya sama sesama calon pegawai ngeri , pergilah kita ke tempat yang ditunjuk, notabene toko fotokopian dan kita bayar 1000 perak buat formulirnya. Lalu dengan hati lega kita balik lagi ke antrian, sembari mengengam dua helai kertas. Selang lumayan lama Fiona sadar kalau dia engga punya amplop putih, jadilah gua balik lagi ke tukang fotokopian yang tadi. Sewaktu gua desek desekan di toko fotokopi datanglah bapak bapak dari panitia pendaftaran menanyakan apa yang sedang diperjual belikan. Ternyata olala… formulir yang tadi kita beli ada lah formulir palsu, dan yang asli lengkap dengan stempel harus di ambil di depan. Dengan panik gua ikut ikutan yang lain lari lari ke depan, dan ternyata yang dimaksud di depan adalah suatu tenda dengan antrian meliuk liuk bak penari India. Gua lalu bertanya sama seorang Siti Khadijah asal Purwokerto, apakah bener ini antrian untuk ambil formulir. Dia bilang “ Bener kok mbak “, dan ohmigod antriannya… puanjang sepanjang daftar dosa gua. Untung aja si Siti Khadijah Sarjana Teknik Sipil Purwokerto ini berhati malaikat dan menawari gua untuk mengantri di depan dia. Okeh mungkin gua berlebih, cuman di tengah kepanikan gua dan kekeselan gua sama tukang fotokopi jahat itu, bagi gua Siti Khadijah gadis Purwokerto itu adalah manusia paling baik hati yang gua temui hari itu. Berkat kebaikan hatinya gua hanya perlu mengantri kurang dari 15 menit, dan di tengah kepanikan gua, gua lupa kalau si Fiona tetap belum punya amplop putih. Nah di sinilah gua ketemu malaikat baik hati kedua, namanya ….Hakim…. Bukannya gua tidak perhatian tapi nama si malaikat kedua ini emang bener susah banget di baca dan di inget, jadi gua hanya inget nama tengahnya yaitu ya Hakim. Sewaktu gua menulis nama Fiona di daftar hadir gua mulai panik lagi soal amplop putih, dan tau tau si Hakim yang namanya susah dibaca itu menyelipkan selembar amplop putih ke tangan gua. Olala senangnya dalam waktu 10 menit gua ketemu dua malaikat baik hati. Akhirnya gua, berserta malaikat malaikat gua itu ditambah beberapa teman teman cpns menuju ke antrian ke dua di mana Fiona sudah manis menunggu, dan tentunya seumua dipersilakan mengantri di depan Fiona. Dengan hati gembira dan waktu tidak terlalu lama kita semua berhasil masuk ke ruang tunggu yang full AC.
Setelah beberapa saat mempererat pergaulan dengan teman teman baru kita sembari lesehan di pendopo yang full AC tapi bau pesing itu, Fiona baru sadar bahwa dia melamar posisi yang salah, dan itu berarti dia membuat surat lamaran yang salah dan map berwarna salah. Ohmigod…ohmigod… surat lamaran sih gampang bisa ditulis lagi dengan sekejam mata tetapi map warna kuning??? Akhirnya setelah memarahi Fiona, gua suru dia diam di situ nunggu dipanggil sementara gua keluar mencari map kuning. Kembalilah gua ke tukang fotokopi penipu itu, tetapi ternyata map kuningnya sudah habis. Dengan sigap gua memutuskan untuk mencari map kuning di wartel seberang jalan. Karena gerbangnya di kunci, tanpa pikir panjang gua langsung meloncat pagar. Dan OHMIGOD, ternyata dibelakang pagar ada sebuah kali bau siap menelan gua. Untung aja sebagai gadis yang terlahir dengan shio Monyet gua cukup sigap untuk pegangan ke pager dan meniti pelan pelan. Kalo engga coba bayangkan nasib si map kuning yang pasti gua udah gak pikirin lagi kalo lagi terkapar di dasar kali bau.
Bak seorang atlet berjalan dengan medalinya, gua pun masuk ke pendopo full AC dan bau pesing itu sembari mengengam selembar map kuning dengan hati bangga dan muka berpeluh keringat. Akhirnya gua bisa duduk menikmati semilir hembusan AC dengan tenang sembari menunggu panggilan buat Fiona. Ketika kita lagi sibuk ngobrol tiba tiba gua mencium bau gorengan, dan refleks gua berujar denga lantang “Eh ada gorengan !!” Ternyata si empunya gorengan sedang memarkirkan pantatnya ke sebelah gua persis, dan mendengar seruan gua dia serta merta menawarkan gorengannya. Wahahha… malu juga sih sebetulnya ketauan rakus, tapi dia adalah malaikat ketiga yang gua ketemui hari ini. Karena dia tulus banget nawarin gorengannya, yang dia terus mendesak gua untuk makan dan tentu saja dengan senang hati akhirnya perut gua menerima sepotong combro, dan perut Fiona menerima sepotong bakwan. Walaupun itu cuman gorengan yang harganya cuman 300 perak, lagi lagi gua terharu banget bahwa di tengah tengah segala kepenatan dan kecapean ada orang yang gua gak kenal sama sekali dengan baik hati memberi gua gorengan yang emang gua lagi pingin. Jadi ya begitulah kisah petualangan gua dan Fiona di nakertrans, di mana kita bertemu malaikat malaikat baik hati,dan mengalami hal hal lucu seperti di tipu tukang fotokopi dan hampir terjebur kali bau. Oh ya sekalian buat Fiona, Fi walaupun bener elu utang budi berat sama gua, inget ya dengan perjuangan kita elu minimal harus jadi dirjen, ato at least dapet Fullbright, gua juga mau berterima kasih siy Fi karena walaupun cape it was a day to remember, and probably one of my luckiest since I get to meet 3 fallen angels at one day.

Wednesday, November 03, 2004

My brain is Half Dead

My brain is half dead
Because of the tiresome nights and day...
trying to figure out an unfigurable...
My hands and limbs are on auto mode
not connected to my brain anymore...
My eyes are not quite close nor open
due to extreme exposure to unsightly sight
namely damned computer...